in

TakutTakut KagetKaget

Misteri Kucing Hitam

Misteri Kucing Hitam
Misteri Kucing Hitam

Misteri Kucing Hitam. Rasty Zahwa Nara adalah nama lengkapnya, tapi, akrab dipanggil dengan nama Rasty. Rasty adalah detektif cilik di kampung tempat tinggalnya, bersama teman-teman detektif nya yaitu, Rani dan Jennie. Mereka komplotan detektif bernama ‘Three Detectives’ yang sudah terbukti kebenaran detektif nya, dan diakui oleh Pak RT, yaitu, Pak Bagus.

Setelah pulang sekolah, mereka berkumpul di markas mereka, tepatnya di rumah kosong dekat sungai. “Akhir-akhir ini, tidak banyak yang perlu bantuan kita,” kata Rani. Mereka menghela napas.

“Sangat membosankan, apa yang harus kita lakukan?” tanya Rasty.

“Ngomong-ngomong, dimana Jennie?” tanya Rasty. Rani menggelengkan kepalanya.

“Hai semuanya, maaf aku terlambat,” tiba-tiba Jennie berteriak.

“Kenapa kau terlambat Jenn?” tanya Rasty.

“Ini kabar bagus, kita dapat sebuah misi!” teriak Jennie sambil mengangkat tangan yang membawa sebuah surat. Surat itu diambil oleh Rasty. Lalu ia membacanya.

“Keren, kita punya kasus yang akan menyerukan. Masyarakat kampung sering melihat penampakan kucing hitam yang sering membuat orang kecelakaan setelah melihat kucing tersebut. Kita perlu menemukan kucing tersebut dan membongkar rahasianya,” jelas Rasty.

“Itu kereeeen, ayo kita selesaikan kasus ini!!” kata Rani dan Jennie semangat.

“THREE DETECTIVES BERANGKAT!!” teriak Rasty.

Mereka berjalan ke tempat kejadian, yaitu, Gg. Khayangan. Di sanalah tempat terjadinya kecelakaan akibat penampakan kucing hitam tersebut. Saat melihat-lihat, Rani melihat sesuatu yang tidak asing dari kucing, bulu kucing! Warnanya benar-benar hitam pekat.

Baca juga: Gambar kucing

“Hai teman-teman lihat, aku menemukan barang bukti!” kata Rani. Mereka menyimpan barang bukti pertama, bulu kucing.

“Tidak mungkin kucing tersebut adalah hantu, pasti ada yang melatihnya supaya selalu lewat di Gg. Khayangan, dan kita perlu menanyakannya ke orang sekitar sini,” kata Rasty.

“Benar,” jawab Rani dan Jennie serempak.

Mereka menanyakan ke orang-orang sekitar Gg. Khayangan yang memiliki kucing. “Apa yang kau ketahui tentang penampakan kucing hitam itu?” Itulah pertanyaan yang selalu mereka tanyakan.

“Kemarin, kakiku terkilir karena kucing itu, sangat menyebalkan, tentu saja itu bukan kucingku,” kata seorang pak tua memperlihatkan kakinya.

“Aku tidak tahu tentang itu, karena kemarin aku baru pindah kesini,” jawab seorang remaja yang menggendong kucing di tangannya.

“Aku tidak pernah melihat kucing tersebut. Jangan menuduh kucingku, kucingku tidak bersalah, mungkin kalian harus melihat cara menghilang kemana kucing hitam bermata merah dan berbulu pendek itu,” jawab seorang pria kaya.

Setelah banyak bertanya, tidak ada yang didapat dari orang-orang yang mereka introgasi. Mereka kembali ke markas dengan wajah murung, kemungkinan mereka akan menyelesaikan kasus itu besok.

“Tidak ada petunjuk yang memungkinkan,” kata Rasty.

“Ternyata kasus ini lebih sulit dari kelihatan nya,” lanjut Jennie.

“Benar sekali Jenn. Mungkin kita harus menuruti kata pria kaya itu, kita harus melihatnya sendiri kucing hitam itu menghilang, dan ciri-ciri nya dari pria tersebut bisa membantu,” kata Rani. Markas itu hening sejenak.

“ITU DIA!!” Rasty berteriak.

“Kita perlu menuruti kata pria itu?” tanya Rani.

“Bukan itu. Pernahkah kalian berfikir? Bagaimana pria itu tau kalau kucing itu bisa menghilang, dan ciri-ciri nya, padahal dia belum pernah melihatnya bukan?” tanya Rasty memastikan.

“Rasty, kau jenius, pemikiran yang bagus Rasty!” puji Jennie.

“Jadi mari kita selesaikan kasus ini!” seru Rani bersemangat.

Ketiga anak itu berjalan ke rumah pria kaya tersebut. “Permisi.” Itu yang mereka katakan saat mengetuk pintu si pria kaya.

“Siapa? Oh kalian lagi, mau apa kalian kesini?” tanya si pria kaya.

“Ternyata kau dalang dibalik kasus kucing hitam tersebut,” kata Rasty.

“Apa maksud kalian? Sudah kukatakan, tidak mungkin kucingku yang melakukan nya,” kata di pria kaya itu lagi.

“Jangan pura-pura tak tahu, bagaimana kau bisa tahu kucing ia menghilang dan kau juga tahu ciri-ciri nya, padahal kau sendiri tidak pernah melihatnya,” jawab Jennie percaya diri.

“Jelaskan semua ini di Pak Bagus pria kaya,” kata Rani. Diikuti anggukan kedua temannya. Mereka membawa pria kaya itu ke Pak Bagus. KASUS SELESAI.

“Kerja bagus detektif, kalian pantas mendapat hadiah,” kata Pak Bagus. Beliau menyerahkan sebuah kotak. Mereka membukanya, wah… Isinya adalah barang-barang detektif baru beserta piala detektif.

“TERIMA KASIH PAK,” kata mereka serempak.

Baca juga:

  1. Soal: Apa pengertian keadilan?
  2. Detektif menyelidiki pencurian buku di Perpustakaan
  3. Cerita Anak – Ada Hacker di Sekolah?

Jadi para detektif kecil ini mendapatkan pelajaran baru, lebih teliti lagi dan pahami semua yang dikatakan narasumber. Kalian juga harus seperti itu.

Terima kasih sudah membaca cerita Misteri Kucing Hitam dan membagiannya, koreksi aku ya!

Kamu mau menulis cerita seperti ini juga? Tulis sekarang!