in

NgakakNgakak TakutTakut SedihSedih SenangSenang KagetKaget KerenKeren

Murid Baru Yang Aneh

Murid Baru Yang Aneh
Murid Baru Yang Aneh

Murid Baru Yang Aneh. Hallo semua, namaku Daniella tapi teman-teman biasa memanggilku Niel. Ini adalah kisah tentang teman baruku dan cerita ini aku beri judul Murid Baru Yang Aneh. Kita lanjut membaca ceritanya ya…

Bel masuk telah berbunyi, aku dan teman-teman bersiap di dalam kelas. Tak lama kemudian, guru kami, Ibu Melisa datang bersama seorang anak perempuan sebayaku yang mengikutinya dari belakang dengan muka yang masih malu-malu. Anak itu terus berjalan dengan kepala tertunduk.
“Selamat pagi anak-anak,” sapa ibu guru. “selamat pagi bu” jawab kami penuh semangat.
“Anak-anak, hari ini kalian kedatangan teman baru namanya Qisha. Mulai hari ini dia akan bersekolah di sini. Nah Qisha, ayo perkenalkan diri kamu sayang.”

Anak baru itu perlahan mengangkat kepalanya dan memandang kami dengan tatapan tidak biasa. Kemudian ia mulai memperkenalkan diri..
“Selamat pagi semua. Ehmmm… perkenalkan namaku Laqisha Atrifia, kalian bisa memanggilku Qusha. Salam kenal semua”.
Kami pun menjawab serempak “Salam kenal Qisha.”
“Hanya begitu kah perkenalannya?” gumambu.

Selesai bicara Qisha kembali menunduk. Ibu guru kembali bicara “Baik anak-anak sekarang Ibu akan mengubah sedikit susunan tempat duduk kalian ya. Refa tolong kamu pindah duduk bersama Mikha. Alfi dengan Vino. Dan Qisha kamu bisa duduk di samping Niel ya”.

“Wah dia duduk di sampingku, semoga dia adalah teman yang menyenangkan,” aku kembali bergumam.

Perlahan Qisha berjalan menuju kursi di sebelahku. Aku tentu saja siap menyambut teman baruku dengan ramah
“Hallo Qisha, namaku Daniella tapi kamu bisa panggil aku Niel. Salam kenal”. Dia menoleh kepadaku dan menjawab dengan gugup “ehmm..iya, terima kasih.” Setelah itu dia langsung memalingkan wajahnya, dan mungkin dia masih pemalu.

Saat istirahat tiba, tadinya aku ingin mengajak teman baruku itu ke kantin, tapi dia sudah pergi keluar sendirian.
“Aneh. Seharusnya dia kan bersosialisasi dengan kami. Memangnya dia sudah tahu seluk beluk sekolah ini?”

Sepanjang sisa pelajaran, aku berusaha mengajaknya mengobrol namun Qisha tetap saja bersikap dingin.

~~~ Seminggu sudah berlalu, sejak Qisha masuk ke sekolah kami. ~~~

Selama itu pula dia terus bersikap aneh, setiap aku dan teman-teman ingin mengajaknya mengobrol, ia selalu menghindar. Ia sering menghabiskan waktu sendiri di perpustakaan sekolah. Kadang aku merasa seperti Qisha memandang kami dengan takut.

Pagi ini, aku dan teman-temanku sedang mengobrol.

“Niel, bagaimana apa kamu sudah akrab dengan Qisha?” Tanya Mikha.
“Entahlah aku bingung, dia sulit sekali diajak mengobrol. Padahal aku kan ingin bersahabat dengan dia” jawabku.
“Tapi kenapa ya, dia selalu menghindari kita, sombong sekali sih dia” gerutu Refa.
“Jangan begitu Ref, mungkin Qisha itu pemalu jadi dia belum bisa akrab dengan kita” Alfi mencoba membela Qisha.
“iya benar kita harus tetap ramah, mungkin dia belum terbiasa dengan kita” tambahku.

Hari ini jam pelajaran selesai pukul 16.00. Kami bersiap untuk pulang namun tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Karena rumahku tidak jauh dari sekolah aku pun bersiap pulang dan mengeluarkan payung. Teman-teman lain pun sudah mulai beranjak meninggalkan sekolah.

Sampai tiba di dekat gerbang, aku melihat Qisha berdiri sendirian dan terlihat kebingungan. Beberapa teman mengajakku bergegas pulang, namun aku meminta mereka untuk pulang lebih dulu. Aku pun mendekati Qisha.
“Qisha, kamu belum pulang?”
“Belum. Nanti saja kalu hujan sudah reda” jawabnya Qisha
“Kamu pulang dengan siapa? Ada yang jemput? Sekolah kan sudah mulai sepi, apa kamu tidak apa-apa sendiri?” tanyaku khawatir.

Karena dia tidak menjawab aku pun berinisiatif mengajaknya pulang bersama. “kita bareng saja yuk, rumah kita searah kan?”
Dia menatapku ragu namun perlahan dia menjawab “apa boleh?”
“Tentu saja” jawabku riang.

Sepanjang perjalanan pulang, aku mencoba mengajaknya berbicara walaupun jawaban Qisha selalu saja singkat. Akhirnya aku pun penasaran dan bertanya “Qisha, maaf aku mau tanya, kenapa kamu sering menghindari aku dan teman-teman? Apa kami membuat kamu tidak nyaman?” Qisha tersentak dengan pertanyaanku. Dia terlihat bingung menjawabnya. “Kami ingin bersahabat dengan kamu” lanjutku.

Akhirnya Qisha mulai bercerita “Maaf ya Niel, aku tidak sopan dengan kalian. Sebenarnya aku sedikit takut.”
“Takut kenapa Qisha?” tanyaku penasaran. Seingatku aku dan teman-teman tidak pernah berbuat jahat. Kami kan murid yang baik hati. Hehehehe
“itu… anu… aku pindah sekolah karena aku sering dibully teman-temanku di sekolah yang lama. Mereka sering mengerjaiku dan mengejekku. Aku jadi takut”. Qisha pun menceritakan pengalaman dia di sekolah terdahulu. Ya Tuhan ternyata dia trauma. Tega sekali sih teman-temannya itu.
“Qisha, kamu jangan takut ya.. coba kamu mulai membuka diri dengan kami.. kami cuma mau berteman dengan kamu kok” jelasku. “Iya Niel aku tahu kalian baik tapi aku bingung bagaimana caranya mulai berkomunikasi dengan kalian?” Oh jadi begitu ternyata. “Tenang Qisha, nanti aku akan bantu kamu untuk dekat dengan teman-teman. Mereka juga ingin kenal lebih dekat dengan kamu” hiburku.
“Begitukah? Terima kasih Niel.. Maaf ya aku sudah sering cuekin kamu” kata Qisha.
“Oke jadi janji ya, mulai hari ini kita berteman” Kataku bersemangat. Kami pun saling berjanji. Tak lama kemudian kami sampai di depan rumah Qisha dan berpisah.

Hari-hari selanjutnya, aku mulai membantu Qisha untuk bisa akrab dengan teman-teman. Tidak mudah memang karena kadang ia merasa takut. Tapi kami terus berusaha membuat Qisha nyaman dan melupakan traumanya. Perlahan tapi pasti kami semakin akrab dan banyak melakukan hal-hal yang mengasyikan bersama-sama. Aku senang sekali karena dengan adanya Qisha sahabatku bertambah. Bukankah banyak teman itu menyenangkan? Heheheheheh.

Qisha pun yang tadinya disebut Murid Baru Yang Aneh, kini menjadi anak periang dan penuh dengan cerita.

Oia temen-teman, jadi… kita harus memperlakukan teman-teman kita dengan baik ya.. bercanda sesekali boleh tapi jangan sampai menyakiti teman kita. Karena persahabatan itu sangat indah.

Yuk tulis komentar kamu