Nasi Goreng Pedas!
Nasi Goreng Pedas!
in

Nasi Goreng Pedas!

Kami merenung dan mencari ide, besok akan ada festival makanan di sekolah. Kalau mau membuat kue, kami tidak bisa. Mau cupcake, takutnya gagal.

Aha! Aku ada ide!
“Teman-teman, bagaimana kalau kita membuat nasi goreng?” usulku.
“Boleh tuh! Tapi… nasi goreng yang biasa, udah sering!” ucap Ela.
“Iya juga sih…”
Kami merenung kembali, Ica yang dari tadi terdiam, sekarang unjuk gigi.
“Bagaimana kalau nasi goreng pedas?” usul Ica. Aku dan Ela bertatapan, mengangguk setuju.

***
“Ayo, kita bikin!” ucapku semangat.
“Pertama, tumbuk bumbunya…, tambahkan cabai yang agak banyak.” ujar Ela, menyiapkan bumbunya. Kami memakai bumbu dapur, bukan bumbu praktis.
“Kedua, tumis bumbunya…” ucapku, sembari memulai menumis bumbu. Waah…, baunya menyengat!
“Ketiga, campur nasinya!” kata Ica, dia mengaduk bumbu dan nasinya, dengan rata.
“Keempat, tambahkan telur goreng!” ujar Ela.
“Lalu, hidangkan…” ucapku. Hm…kayaknya enak nih! Kami mencoba 1 piring nasi goreng untuk bertiga.
Kami pun mencobanya, 1 suap. Enak, tapi…pedaaaas sekaliii! Kami segera meminum air putih. Sungguh! Pedas sekali…, bisa-bisa sakit perut nanti. Bahkan, kami meneteskan air mata gara-gara terlalu pedas.
“Oia, jangan lupa dicatatat resepnya” ucapku.

***
Kami membawa peralatan untuk membuat nasi goreng pedas yang telah dipersiapkan. Semoga banyak yang beli, meskipun kami takut pembeli sakit perut. Kami memasang tanda, yang bertuliskan “nasi goreng pedas, awas sakit perut! 1 piring nasi goreng, kami kasih 1 the botol gratis! Tidak berlaku kelipatan~”.
“Beli dong!” ujar Danu. Kami memberi sepiring nasi goreng. Dia terlihat kepedesan.
Tak lama kemudian, banyak orang yang datang ke kios kami. Waah…ternyata nasi goreng kami habis tak bersisa. Kami membagi hasil yang kami dapatkan, sama rata.
“Esok lagi, kalau ada festival, kita bikin lagi ya! Tapi, agak beda, biar enggak bosan!” kataku.
“Iya..ya!” balas mereka.

***
Kami segera membereskan barang-barang. Lalu segera pulang ke rumah masing-masing. Semoga, yang memakan nasi goreng kami, tidak sakit perut. Setidaknya, enggak menuntut untuk mengembalikan uangnya. Hehehe 🙂

——-
Belajar wirausaha Yuk !!!!

Ayo Vote! Biar makin trending.

100 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Ditulis oleh Zahra Hoshimiya

Tetap Semangat! Fighting!

Yuk tulis komentar kamu

Alamat email kamu tidak akan dipublikasikan. Yang memiliki tanda (*) harus diisi

How To Make Your Dream Book - Part 1

How To Make Your Dream Book – Part 1

Membuat Plot yang Menarik