in

TakutTakut KerenKeren SenangSenang SedihSedih KagetKaget NgakakNgakak

Pelajaran Berharga Dari Semut, Belalang, dan Lalat

Pelajaran Berharga Dari Semut, Belalang, dan Lalat
Pelajaran Berharga Dari Semut, Belalang, dan Lalat

Pelajaran Berharga Dari Semut, Belalang, dan Lalat. Dongeng yang aku buat ini aku persembahkan untuk adikku Rendi yang sering memainkan semut di samping rumah, judulnya adalah Pelajaran Berharga Dari Semut, Belalang, dan Lalat, baca sampai selesai ya teman-teman.

Musim panas pada tahun ini terasa sangat lama sekali, itu yang dirasakan oleh sekelompok semut yang tiada henti hilir mudik untuk mencari makanan. Banyak sekali makanan yang mereka kumpulkan sampai-sampai gundang mereka sudah sangat penuh, akhirnya sang raja memerintahkan untuk membuat gudang baru.

Di tempat lain, seekor belalang sedang asik memainkan seruling yang baru dibelinya dari pasar malam, eh.. emang ada pasar malam untuk hewan ya hehe. Dengan asyiknya belalang memainkan seruling itu yang justru menambah semangat kumpulan semut untuk bekerja mencari makanan.

Belalang yang iseng kemudian menghampiri salah satu semut dan kemudian berkata, “Halo, kamu ngapain panas-panasan dari tadi ngambilin makanan terus, udah lah kita senang-senang aja yuk,” ajak belalang yang terus menggoda. Tanpa menjawab sepatah kata pun semut itu terus berjalan dengan membawa makanan.

Belum sampai ketempat mereka tempati, semut itu kemudian didekati oleh lalat yang penuh dengan kesombongan. “Heh!, kamu ngapain sih panas terik seperti ini terus bekerja, lihat aku dong bisa terbang kemanapun aku mau, jika mau makan tinggal hinggap, jika mau minum tinggal hinggap, enak kan! Jadi tidak usah susah-susah cari makanan seperti kamu.” Semut itu kembali tidak menjawab pertanyaan itu, dengan nada kesal lalat itu berkata, “Heh! Awas kamu ya…”

-SKIP-

Musim penghujan pun tiba, belalang yang biasanya asik memainkan seruling barunya, lalat yang begitu sombongnya, begitu juga semut yang selalau berlalu-lalang mencari makanan kini hilang entah kemana.

Dari pohon tua terdengar teriakan, “Tolong aku belum makan selama 4 hari, aku lapar.” Ternyata itu adalah teriakan seekor belalang yang tidak bisa pergi kemana-mana karena derasnya hujan yang tidak kunjung berhenti.
“Wooy!, emang kamu aja yang lapar, aku juga sama, sudah jangan berisik, baru 4 hari, aku dong belum makan 1 bulan nih, ” jelas lalat yang masih saja sombong walau kelaparan hehe.

Akhirnya, karena sudah sangat lama belum makan mereka memaksakan diri untuk mencari makanan, hasilnya mereka jatuh dan tidak mendapatkan makanan, sayap mereka basah, akhirnya mereka tidak bisa kemana-mana dan pingsan.

Ketika mereka siuman, mereka terkaget-kaget ternyata sudah ada di dalam sebuah gua yang penuh dengan kehangatan, makanan yang banyak dan warga yang sangat ramah.

“Oh, kalian sudah siuman, silahkan minum air hangat dulu dan kemudian makan,” jawab seseorang dari balik dinding. Kemudian datang segerombolan semut menyiapkan makanan mereka. “Hah! Aku ada di dalam rumah semut,” ucap sang lalat yang penuh kesombongan itu.
“Iya, ini adalah rumahku,” jawab seekor semut.
“Kamu yang waktu itu aku ledek ya,” lalat memastikan kembali karena semut-semut itu tidak mempunyai tanda pengenal jadi sudah hehe dan sama semua bentuknya hehe.
“Iya, selamat datang dan selamat makan,” jawabnya yang kemudian beranjak pergi.
“Tunggu! Aku minta maaf ya,” ucap lalat, “Iya aku juga,” belalang pun ikut menjawab.

Semut itu berhenti dan menuju mereka berdua kemudian berkata, “Kami memang tidak punya sayap, tetapi kamu peduli kepada kelompok kami, dan kami setia. Tidak ada yang perlu dimaafkan, semua bisa salah, kita semua saudara.” Mendengar itu lalat dan belalang menangis dan menjadi hewan yang baik.

Ingat ya teman-teman semut terus menabung makanan di gudangnya, akhirnya ketika diperlukan mereka tidak kelaparan, makanya kalian jangan malas menabung ya, jangan makanan nanti basi, tapi uang hehehe

-Tamat- Pelajaran Berharga Dari Semut, Belalang, dan Lalat

Yuk tulis komentar kamu