in

NgakakNgakak

Cerita Anak – Pengemis Heroik

pengemis heroik cerita anak
pengemis heroik cerita anak

Teeettt…..teettt… #bel sekolah berbunyi, pertanda aku sudah boleh pulang. Aku dan teman-teman segera keluar dan berlari menuju Angkutan Kota (Angkot) langganan yang setia menanti di bawah pohon (ngetem). Rendi, Riva, Deni, dan Aku (Dimas) selalu bersama-sama naik angkot itu, kebetulan kita searah pulangnya.

Kita semua berlari menuju Angkot, tapi sayang harapan bisa duduk paling depan sirna karena Pak supir membawa anaknya yang masih kecil (<5 th) jadi kursi depan tidak disewakan. Karena hanya baru kami berempat yang masuk jadi Pak supir menunggu sampai penuh, sambil menuggu penuh akhirnya kami main-main dengan anaknya.

pengemis heroik cerita anak
Pengemis heroik cerita anak

Tidak lama, datanglah seorang pengemis tua berjalan menggunakan tongkat dengan satu kaki berhenti persis di depan pintu masuk Angkot bagian tengah, beliau berusaha duduk persis di bawah pohon mangga yang meneduhkan kita dari teriknya sinar matahari, dengan tongkat penyangga yang disandarkan pada pohon posisi berdiri tepat di sampingnya. Beberapa anak yang merasa iba memberikan uang kepadanya.

Temanku Deni, memang pintar ngalawak sampai akhirnya kami semua termasuk anak Pak supir itu tertawa terpingkal-pingkal di buatnya, bahkan pengemis itu pun ingin ikut tertawa tetapi terlihat di tahan-tahan. Deni terus melakukan hal itu, hingga akhirnya pengemis itu pun membuka mulunya dan ikut tertawa dan ikut bercengkrama dengan kami.

Satu demi satu anak sekolah mulai masuk mobil, hingga tersisa satu kursi yang belum terisi. Kalian ada yang buru-buru gak…? Tanya Pak supir kepada kami. Semua anak-anak terdiam, sepertinya tidak Pak, jawab ku memberanikan diri, dan semua masih terdiam menandakan setuju dengan jawaban ku. Kita tunggu dua menit lagi ya,.. Tanya Pak supir kembali, ok Pak jawab kita semua.

Anak Pak supir itu sepertinya memperhatikan pengemis itu, sambil seyum-senyum kepadanya. Sepertinya pengemis itu juga suka sama anak Pak supir itu terlihat dari raut wajahnya yang terus tersenyum. Singkat cerita datanglah seorang anak yang mengenapkan kursi penumpang, sehingga pak supir mulai menjalankan mobilnya.

Belum ada satu meter mobil berjalan, tanpa kami sadari tiba-tiba mainan anak Pak supir itu jatuh, serentak anak itu nangis tiba-tiba, Pak supir hanya bilang udah nak jangan nangis kita nanti beli eskrim di depan jawabnya, anak itu masih nangis dan semakin keras.

Woy…woyy… tunggu… teriakan seseorang yang berlari sangat kencang mengejar angkot yang kita naiki, Pak supir segera meminggirkan mobilnya yang sudah berjalan sekitar 50 m. Ternyata orang itu hanya ingin memberikan mainan anaknya yang terjatuh, dan yang membuat kami tetawa adalah kalimat yang keluar dari mulut Deni yang membuat kami tersadar… Pak tongkatnya ketinggalan,…. Wkwkwkwkw ternyata yang lari itu adalah pengemis itu… serentak muka sumringah pengemis itu berubah menjadi memerah karena malu,.. jadi pengemis itu melipatkan kakinya dan berjalan menggunakan tongkat seakan kakinya hilang satu… hehehe…

Maaf jika kurang lucu, dan terima kasih telah membaca ceritaku berjudul Pengemis Heroik ini.

9 Komentar

Balas komentar
  1. Bagus! Lumayan lucu! Oh ya, saran, waktu seseorang bilang, pakia tanda ya, boleh pakai tanda titi dua (:) atau tanda petik (“”).
    Contoh tanda titik dua (:) :
    Naswa : Aku berangkat dulu ya, Yah!
    Ayah : Iya, hati-hati.
    Contoh tanda petik (“”) :
    “Aku berangkat dulu ya, Yah!” ujar Naswa.
    “Iya, hati-hati.” balas Ayah.
    Gitu aja sih, tapi bagus kok!

Yuk tulis komentar kamu