in

Perbedaan Bank Umum dan BPR (Bank Perkreditan Rakyat)

Perbedaan Bank Umum dan BPR
Perbedaan Bank Umum dan BPR

Apa sih perbedaan Bank Umum dan BPR (Bank Perkreditan Rakyat)? Ini pelajaran Sekolah Menengah Atas (SMA), materi Ekonomi.

Sobat penulis cilik, ada dua jenis bank di Indonesia, yaitu BU (Bank Umum) dan BPR, walau sudah cukup lama ada keduanya, tetapi tidak banyak orang yang mengetahuinya.

Sebetulnya pada Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 tentang PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1992 TENTANG PERBANKAN, pada Pasal 1 sudah ada penjelasan tentang definisinya.

Perbedaan Bank Umum dan BPR

Untuk lebih jelasnya, kamu bisa lihat detail Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 melalui link di bawah ini:

Download “Undang-Undang No. 10 Tahun 1998” uu_10_98.htm – Downloaded 2 times – 93 KB

Berikut ini perbedaan Bank Umum dan BPR yang sudah aku simpulkan ya…

  1. Kegiatan bank umum adalah memberikan jasa terkait pembayaran seperti kliring dan jual beli valuta asing baik bank konvensional maupun bank syariah sedangkan pada kegiatan BPR tidak.
  2. Bank umum menghimpun dana masyarakat dalam bentuk:
    • Giro
    • Deposito berjangka
    • Sertifikat deposito
    • Tabungan
    • dan/atau bentuk lainnya
  3. Bank Perkreditan Rakyat menghimpun dana masyarakat
    • Deposito berjangka
    • Tabungan
    • dan/atau bentuk lainnya

Jadi kesimpulannya, Bank umum dapat melakukan transaksi giral, sedangkan BPR tidak. [1]. Namun persamaan antar keduanya adalah larangan terkait melakuakn penyertaan modal dan usaha perasuransian.

Baca:
Perbedaan bank konvensional dan bank syariah
Lembaga keuangan bukan bank: Contoh, jenis, peran, produk, manfaat, pengertian
Perbedaan pasar uang dan pasar modal
Perbedaan Komisaris dan Direksi
Perbedaan CV dan PT

Nah itulah penjelasan singkatnya, kamu bisa koreksi atau menambahkan di kolom komentar ya.

Yuk tulis komentar kamu