in

Perbedaan bryophyta dan pteridophyta, apa ya?

Perbedaan bryophyta dan pteridophyta
Perbedaan bryophyta dan pteridophyta

Jelaskan perbedaan bryophyta dan pteridophyta. Berbagai jenis spesies tumbuhan subur di Indonesia, dimana negara kita ini merupakan neragara yang selalu terkena matahari (iklim tropis).

Bryophyta atau Lumut dan Pteridophyta atau paku, merupakan dua kelompok spora produsen tanaman darat. Dimana menurut catatan geologi Silurian, kedua jenis tumbuhan ini memiliki sejarah panjang tentang evolusi, dibandingkan tanaman berbunga.

Lalu apa perbedaan keduanya? Nah, kali ini aku akan menjelaskan secara singkat tentang Perbedaan bryophyta dan pteridophyta.

Baca juga: Ciri-ciri hutan hujan tropis

Perbedaan bryophyta dan pteridophyta

Berikut ini adalah data yang menjelaskan tentang Perbedaan bryophyta dan pteridophyta, diantaranya:

Bryophyta

Bryophyta atau Lumut adalah tanaman berukuran kecil yang tumbuh membentuk koloni dan kerap melopori pertumbuhan tanaman lain di suatu daerah. Lumut tidak memiliki akar, daun, dan pembuluh sejati.

  1. Ukuran: Sangat kecil, biasanya tidak lebih dari 15 cm.
  2. Struktur tubuh: Memiliki rizoid, berdaun sisik, dan tidak memiliki batang.
  3. Jaringan pembuluh: Tidak ada
  4. Fase dominan: Fase gametofit
  5. Fase sporofit: Sporangium
  6. Fase gametofit: Tumbuhan lumut
  7. Tumbuhan dewasa: Berupa gametofit
  8. Gametofit dewasa: Talus sederhana hidup bebas dan dapat berfotosintesis, memiliki rizoid dan struktur seperti daun
  9. Sporofit dewasa: Tergantung pada gametofit, mempunyai kapsul, serta kaki

Baca juga: Apa manfaat tumbuhan bagi lingkungan Sekolah

Pteridophyta

Pteridophyta atau Tumbuhan paku adalah tanaman pakis-pakisan, dimana tumbuhan jenis ini berkembang biak dengan melepaskan spora. Hampir semua kondisi alam bisa tumbuh, kecuali lingkungan bersalju.

  1. Ukuran: Biasanya mencapai 1 m, beberapa dapat mencapai 12 m.
  2. Struktur tubuh: Memiliki akar, batang, dan daun sejati.
  3. Jaringan pembuluh: Ada, yaitu xilem dan floem
  4. Fase dominan: Fase sporofit
  5. Fase sporofit: Tumbuhan paku
  6. Fase gametofit: Protalium
  7. Tumbuhan dewasa: Berupa sporofit
  8. Gametofit dewasa: Protalus, tidak menarik, hidup bebas dan dapat ber fotosintesis
  9. Sporofit dewasa: Bentuk yang menonjol, memiliki akar, batang dan daun sejati.

Baca juga: Apa yang dimaksud lingkungan alam

Nah, teman itulah perbedaan bryophyta dan pteridophyta, mohon koreksi jika aku salah dalam menjelaskannya. Terima kasih sudah membaca kunci jawaban tugas sekolah ini.

Yuk tulis komentar kamu