in

NgakakNgakak SenangSenang

Proses terjadinya gunung berapi jika dikaitkan dengan pergerakan lempeng

Proses terjadinya gunung berapi jika dikaitkan dengan pergerakan lempeng

Proses terjadinya gunung berapi jika dikaitkan dengan pergerakan lempeng. Gunung dapat disebut sebagai daratan, namun memiliki perbedaan ketinggian yang mencolok, diantara sekelilingnya.

Gunung umumnya memiliki ketinggian 2000 kaki atau 610 m. Ada dua jenis gunung, yaitu aktif dan tidak aktif, dimana gunung aktif dapat tiba-tiba mengeluarkan lahar panas yang membahayakan penduduk sekitarnya.

Lalu, bagaimana proses terbentuknya gunung jika dikaitkan dengan lempeng bumi? Istilah ini sering disebut sebagai proses tektonik (tektogenesis).

Baca juga: Kenampakan alam wilayah daratan

Proses terjadinya gunung berapi

Penjelasan sederhananya, proses pembentukan gunung yang melibatkan pergerakan lempeng, dapat terjadi akibat terjadinya pergerakan lempeng yang mengakibatkan tumbukan antara lempeng lautan dengan benua atau pun antara benua dengan benua.

Sehingga mengakibatkan patahan atau lipatan, jika terjadi terrus menerus dan lipatan ke arah luar, maha proses ini akan membentuk gunung.

Sahabat penulis cilik, sebagai tambahan terdapat dua gaya tektonik yang memiliki peran dalam proses terbentuknya gunung, yaitu orogenesis dan epirogenesis.

Baca: Perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif

Gerak Epirogenesis

Gerak epirogenesis adalah suatu pergeseran lapisan kulit bumi, baik ke arah atas maupun ke bawah (vertikal), meliputi daerah yang cukup luas, pergerakan relatif lambat, tentunya dengan waktu yang lama.

Gerak epirogenesis dibagi 2 macam, berdasar pada arah geraknya, diantaranya:

  • Epirogenesis positif adalah turunnya suatu daratan akibat pergerakan, sehingga laut terlihat naik ke atas.
  • Epirogenesis negatif adalah kebalikan dari gerak positif dimana naiknya daratan, sehingga lautan terlihat lebih rendah.
epirogenetik positif dan negatif
Epirogenetik positif dan negatif

Baca: Penggunaan Tanda Baca

Gerak orogenesis

Gerak orogenesis adalah pergeseran kulit bumi baik berupa tekanan vertikal/ horizontal ataupun tarikan sehingga terjadi dislokasi (berpindahnya lapisan kulit bumi), umumnya terjadi lebih cepat pada area yang lebih sempit, akibat dari proses ini dapat mengakibatkan lipatan dan patahan.

Proses Lipatan (Folded Process) Proses Patahan (Fault Process)
Proses Lipatan (Folded Process) Proses Patahan (Fault Process)
  • Pegunungan hasil proses lipatan, contohnya:
    • Pegunungan Bukit Barisan di Sumatra
    • Rembang di Jawa Timur
    • Pegunungan Kendeng
  • Pegunungan hasil proses patahan (Fault Process), contoh:
    • Patahan Lembang di Bandung
    • Patahan Semangko di Bukit Barisan

Baca: Perbedaan air tanah dengan air permukaan

Nah itulah penjelasan singkat tentang proses terjadinya gunung berapi jika dikaitkan dengan pergerakan lempeng. Sebagai kunci jawaban pelajaran IPS, Sekolah Menengah Pertama (SMP). Terima kasih sudah membaca dan membagikannya.

Yuk tulis komentar kamu