in

SenangSenang KerenKeren

Puisi Anak – Nikmat dan Semangat Puasa Ramadhan

Puisi Anak - Nikmat dan Semangat Puasa Ramadhan
Puisi Anak - Nikmat dan Semangat Puasa Ramadhan

Puisi Anak – Nikmat dan Semangat Puasa Ramadhan. Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling dinanti oleh umat Islam di seluruh dunia, tahu kenapa? karena pada bulan ini semua kebaikan yang berbuah pahala dilipat gandakan pahalanya. Pahala adalah nilai dari kebaikan yang kita lakukan, besarnya berapa? hanya Allah SWT yang maha mengetahui nilainya.

Ada yang tahu cara mendapatkan pahala paling gampang? yup! cukup dengan senyum ramah kepada orang lain kalian bisa mendapatkan pahala, begitulah cara Islam mempermudah umatnya bersikap ramah kepada semua orang di dunia ini.

Baca juga: Puisi Anak Keindahan Karya Tuhan

Bentuk rasa syukurku dalam menyambut bulan Ramadhan ini dengan membuat puisi untuk kalian semua, semoga dapat memberikan semangat dalam melaksanakan ibadah puasanya. Oia, untuk yang belum bisa tamat sampai adzan magrib, jangan khawatir, Allah SWT maha mengetahui tingkat haus dan lapar yang kalian rasakan, jadi, jangan pura-pura ya, hehehe.

Puisi Anak – Nikmat dan Semangat Puasa Ramadhan

Sahur pertama rasanya berat
Tapi pesan Ustadzah selalu kuingat
Ada pahala sahur yang tersemat
Itulah yang buat aku semangat

Lapar dan haus mulai terasa
Ketika terik mentari sudah menyapa
Ingin rasanya segera berbuka
Tapi ingat inilah perjuangan puasa

Adzan maghrib tanda saatnya berbuka
Makanan dan minuman lezat ada di depan mata
Awali berbuka dengan berdoa
Dilanjut tarawih bersama-sama penuh suka cita

Baca juga: Cerita anak tentang bulan ramadhan

Itulah Puisi Anak – Nikmat dan Semangat Puasa Ramadhan buatanku, semoga di penghujung bulan puasa Ramadhan ini, kita senantiasa diberikan kemudahan dan keberkahan dari Allah SWT dalam menjalani dan menyelesaikannya. Tetap semangat dan ikhlas, karena itu adalah kunci sukses bulan puasa.

Ditulis oleh Kayla Mumtazah Mudzakkir

Hai, saya Kayla. Sekarang saya kelas 3 di SD Muhammadiyah Manyar Gresik Jawa Timur. Di sekolah, Ustadz-Ustadzah mengajarkan saya untuk suka membaca dan menulis. Kata Ustadz-Ustadzah, dua aktivitas literasi itu tidak bisa dipisahkan.

Story Maker