in ,

Puisi berjudul Mengikuti Kemarau

Puisi berjudul Mengikuti Kemarau
Puisi berjudul Mengikuti Kemarau

Puisi berjudul Mengikuti Kemarau ini aku buat di Cimahi, pada 14 Mei 2019, jika dipublikasi telat berarti adminnya yang lupa approve, hehe.

Perkenalkan aku, Nabila Sholehah Ekaria, ini buka tulisan pertamaku, tetapi beberapa tulisan lainnya sudah pernah di publikasi di sini.

Teman, puisi ini tidak ada hubunannya dengan musim kemarau, musim yang sedang kita jalani sekarang.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberpa bait dari puisi yang berjudul Mengikuti Kemarau buatanku.

Baca: Puisi untuk sahabat terbaikku

Mengikuti Kemarau

Satu hal yang paling aku ingat
Tentang akar kehidupan
Terus menua seiring waktu berjalan
Tak lagi sama ketika muda

Penuh arah memberi kehidupan
Bercanda gurau dengan kelana
Bertanya-tanya mengapa kini ia ketakutan
Ketakutan, akan bau tanah yang diciumnya

Yang menyatu dan menjadi penopang hidupnya
Kini tidak lagi.
Seiring umur berganti pula hari
Terpikir untuk pergi 

Namun terlalu tua tuk beranjak
Terpikir untuk kembali
Namun terlambat baginya
Kelana tidak lagi menyejukkan

Takut
Takut
Takut
Kelana akan mendorongnya jatuh.

Baca:
Puisi Mantan Guruku
Puisi Biola adalah sahabatku

Terima kasih sudah membaca dan membagikan puisi ini, koreksi aku jika ada kesalahan atau masukkan dari kamu.

Kamu juga bisa mengirim tulisan seperti ini. Yuk, Buat Sekarang!

Yuk tulis komentar kamu