in

SedihSedih SenangSenang KagetKaget KerenKeren

Rindu Masa Kecilku

Rindu Masa Kecilku
Rindu Masa Kecilku

Rindu Masa Kecilku. Berawal dari sebuah keluarga sederhana, yang hidup dari belas kasihan alam. Sayuran, padi, dan beberapa jenis tumbuhan lainnya menjadi sumber keuangan kami.

Aku dilahirkan dan besar dari lingkup kesederhanaan,tapi kesederhanaan itulah salah satu kebahagianku.

Kasih sayang keluarga dan peran orang tua yang masih aku rasakan sampai saat ini.

Menjaga silaturrahmi dengan tetangga, meskipun tidak sedikit yang kurang suka dengan keadaan keluargaku.

Aku selalu bahagia, karena kunci hidup adalah bersyukur kepada Allah SWT, atas apa yang telah diberi-Nya kepada kita semua.

Tumbuh dan besar pada zaman handphone belum tersentuh, aku dan semua teman-teman masih asyik dengan permainan tradisional, yaitu permainkan yang sering kami mainkan setiap sore sepulang sekolah.

Baca juga: Manfaat permainan tradisional

Semua begitu menyenangkan, saling berkomunikasi, berinteraksi dengan alam sekitar, dan yang paling penting kami percaya diri memainkannya.

Berbeda dengan zaman now, zaman dimana permainan tradisional hanya dimainkan dengan jempol saja, main bersama teman yang tidak tahu bagaimana wujudnya, tentunya membuat kita malas belajar dan membantu orang tua.

Apakah aku sudah kecanduan gawai (gadger)?

Entahlah, sekarang aku rindu masa-masa dulu, rindu masa lalu, masa kecil, rindu keluarga, dan rindu teman-temanku.

Baca juga: Janji Bersama Sahabatku Yang Tidak Ditepati

Aku rindu masa kecil, masa yang penuh suka cita.

Tugas sekolah yang banyak, kerja kelompok hanya di WA group, tanpa tatap muka.

Sekarang dan sekarang …

Yaaa, sekarang hanya bisa bersyukur atas nikmat yang Allah SWT berikan kepadaku dan keluarga.

Bagaimanapun masa lalumu, adalah milikmu. Mengenangnya memang baik, memohon untuk kembali yang tidak baik… 🙂

Baca juga: Soal: Sebutkan Amalan yang dapat Menjadikan Seseorang Ahli Surga

Terima kasih sudah membaca tulisan sederhana tentang rasa Rindu Masa Kecilku, semoga bermanfaat, mohon koreksi.

Kamu mau menulis cerita seperti ini juga? Tulis sekarang!

Yuk tulis komentar kamu