in

Salah Menjebak Pencuri Di Kelas

Salah Menjebak Pencuri Di Kelas
Salah Menjebak Pencuri Di Kelas

Salah Menjebak Pencuri Di Kelas. Anita berlari dengan sangat kencang menuju pintu masuk sekolah, dia sangat panik ketika tahu bahwa handphone (hp) miliknya tertinggal di dalam kelas. Hari ini adalah hari Jum’at, sedangkan hari Sabtu dan Minggu kelasnya libur, jadi ini adalah kesempatannya untuk mengambil.

Waktu itu Pak Wisnu, penjaga sekolah, mau menutup gerbang, “Pak, saya mau masuk, ada yang ketinggalan.” Anita bergegas untuk masuk ke dalam kelas dan mencari barangnya yang hilang. Sudah dicari dimana-mana, sayangnya hp kesayangannya itu tidak ada.

“Pak Wisnu, Bapak Ingat siapa orang yang terakhir keluar dari kelasku?” tanya Anita yang masih ngos-ngosan, ditambah panik karena hp-nya belum ketemu. “Oh, tadi ada Iqbal, mungkin ada 15 menit lalu dia pulang.” Setelah berterima kasih, Anita pun pulang.

Baca juga: Download Template Jadwal Piket Kelas

“Iqbal kan… Ah masa ia dia yang ambil, tapi, hari ini dia kan di hukum untuk membersihkan kelas, gara-gara ketahuan nyontek ujian pelajaran matematika tadi,” sepanjang jalan menuju ke rumah, banyak hal yang dipikirkan Anita termasuk berprasangka buruk kepada temannya itu.

“Mah, Pah, Anita pulang,” ucap Anita yang sebelumnya tidak lupa mengucapkan salam kepada orangtuanya. Dia masih terus memikirkan apa yang harus dia lakukan untuk mendapatkan kembali hp miliknya itu, begitu berat baginya, karena barang itu dia dapat dari hasil menabung cukup lama.

“Apa aku lapor guru ya?” beberapa kali ucapan itu timbul di pikirannya, tapi dia sadar, bahwa dia memang salah, karena aturan di sekolahnya, tidak boleh membawa hp ke sekolah. Jika dia memberitahukan kepada kedua orangtuanya juga sama, malah mungkin akan tambah lagi 2 orang yang memarahinya.

Selama 2 hari, Anita tidak bisa tidur, mau curhat kepada teman baiknya, tidak bisa, karena hpnya hilang. Lina, temannya itu rumahnya sangat jauh. “Apa yang harus dilakukan? aduh!”

Hari Senin, Anita masuk lebih pagi, sarapannya dia bawa ke sekolah, untuk mencari tahu kabar hp miliknya. Sudah waktunya istirahat, tidak ada satu anakpun yang dia beritahu, walau tatapan matanya terus kepada Iqbal, tapi dia tidak merasa bersalah sama sekali, atau bahkan seperti tidak terjadi apa-apa.

Waktu jam istirahat itu, Anita mengajak Lina menemui Bu Halimah, beliau adalah wali kelas mereka. Anita menceritakan semuanya termasuk tentang Iqbal, Lina yang hanya bengong, karena tidak tahu apa-apa.

“Ya sudah, nanti akan Ibu cari tahu, dengan trik yang pernah Ibu pakai dulu waktu ada masalah kehilangan,” jelas bu Halimah kepada mereka semua. “Ibu akan menjebak Iqbal?” tanya Anita.

“Anita, kita kan tidak tahu siapa yang mencuri, Iqbal buka pencuri di kelas, jangan berprasangka buruk dahulu, itu tidak baik, Ibu tidak anak menjebak siapa-siapa,” jelas Bu Halimah. Anita dan Lina kembali ke ruangan, karena setelah ini adalah pelajaran Agama dari bu Halimah.

Menjelang pelajaran selesai, seperti biasa Bu Halimah selalu memberikan sedikit Tausiyah, begitu anak-anak menyebutnya, walau hanya sekedar berbagi pengalaman, namun itu sangat bermanfaat untuk mereka.

Kali ini, temanya tentang kejujuran, tidak lupa, beliua juga mengaitkan sekit pada topik yang mengarak kepada barang orang lain, bahwa jika menemukan barang milik orang lain jangan langsung diambil tapi harus dikembalikan, begitu intinya.

Sampai selesai, Iqbal masih tetap saja diam, bahkan raut mukanya seperti biasa dan tidak perubahan apa-apa, Anita kesal, Bu Halimah tidak berbuat apa-apa, “Iqbal, kembalikan hp aku!” teriak Anita, sontak membuat semua orang terdiam dan Bu Halimah pun menjadi jengkel kepada Anita kerena sudah menuduh orang lain tanpa bukti.

Iqbal berdiri, dia menampakkan muka yang sangat kesal, “Ini ada apa?”

Anita berlari keluar, “Pak Wisnu, kesini Pak” teriak anita memintanya untuk menjadi saksi, “Pak, waktu hari Jum’at kemarin Iqbal kan yang terakhir keluar dari sini,” tanya Anita kepada Pak Wisnu.

“Sebentar, ini ada apa ya? ada masalah apa?” jawab Pak Wisnu.

“Anita kehilangan hp pada waktu hari Jum’at, Bapak kan yang kemarin bilang Iqbal yang terakhir keluar dari kelas ini,” jelasnya.

“Astagfirullah, maaf Nak Iqbal, Bapak lupa, betul memang kemarin kemarin Iqbal yang terakhir, tapi Bapak lupa menyampaikan pesan dari Nak Iqbal,” jelasnya, “Hp Anita ada di Bapak, kemarin Iqbal menemukannya dan minta saya untuk menyampaikan kepada Bu Halimah.”

“Hah!” Anita kanget dan menuntuk malu.

Baca juga: Cara menabung untuk membeli Hp

“Anita, kamu sudah berdosa, minta maaf sama Iqbla sekarang,” pinta Bu Halimah.

“Bu Halimah, Iqbal, Pak Wisnu, dan Teman-teman semua, Anita maaf ya, aku sudah menuduh kamu Iqbal, aku hanya kesal karena untuk mendapatkan hp itu aku harus nabung lama, hp itu juga aku gunakan untuk keperluan OSIS, karena harus mengambil gambar untuk membuat poster mading sekolah,” Anita menangis sambil meminta maaf kepada Iqbal.

“Sudah Anita, aku sudah memaafkan kamu, aku memang bandel, tapi aku tidak berbohong atau mencuri, karena aku taku itu salah,” jawabnya

“Hidup Iqbal,” celetuk salah satu teman kami yang suka banget mengambil moment untuk membuat kelas riang.

“Heh, aku sudah hidup, belum meninggal,” jawab Iqbal yang menjadi magnet ketawa para murid.

“Ok, sekarang sudah selesai ya masalahnya,” ucap bu Halimah dan pamit keluar ruangan.

Pesan Moral Cerita

Jangan menuduh orang lain tanpa Bukti, karena itu sama dengan fitnah!

Ditulis oleh Ulfa DJ

Hellooo

Years Of MembershipContent Author
Balas komentar
  1. Terima kasih atas infonya sangat bermanfaat, ditunggu info bermanfaat selanjutnya.
    semoga sukses selalu 🙂

Yuk tulis komentar kamu

Alamat email kamu tidak akan dipublikasikan. Yang memiliki tanda (*) harus diisi