in ,

Sebutkan 3 jenis teater tradisional Asia dan penjelasan isi pada cerita

3 jenis teater tradisional Asia dan penjelasan isi pada cerita
3 jenis teater tradisional Asia dan penjelasan isi pada cerita

Sebutkan 3 jenis teater tradisional Asia dan penjelasan isi pada cerita. Siapa yang sudah pernah menonton teater? bagaimana, enakan nonton teater atau nonton film di bioskop?

Aku sih suka keduanya, hehe. Teater adalah pertunjukkan, tetapi menurut wikipedia teater dalam arti sempit adalah segala bentuk tontonan dimana kegiatan itu ditonton banyak orang, seperti wayang, ketoprak, dll.

Berikut ini sejarah dan perkembangan seni teater Asia:

Baca juga : Cerita anak gagal nonton bioskop

3 jenis teater tradisional Asia

Teater Tradisional Kabuki

Teater Kabuki adalah teater dari Jepang, dimana ciri khasnya adalah memiliki kostum yang merah dan tata rias yang sangat mencolok. Arti kabuki dapar diartikan sebagai tarian atau keduniawian.

Menceritakan tentang budaya negara Jepang, serta beberapa hal unik lainnya, namun tidak sedikit yang mengemas dalam bentuk drama serius.

Teater Tradisional India

Teater tradisional India adalah sebuah narasi cerita yang diiringi dengan lagu, dimana seiring perkembangannya memiliki struktur cerita yang baik. Yang terkenal adalah Ramayana dan Mahabarata.

Menteritakan tentang cinta, kepahlawanan, penekanan baik dan buruk sebagai cerminan manusia, sehingga penonton mendapatkan pesan moral yang baik.

Teater Tradisional Beijing

Teater Tradisional Beijing yang jelas berasal dari beijing, lebih banyak mempertontonkan suatu legenda dari daerah china, kekaisaran, serta kemasyarakatan.

Ini adalah contoh lakon opera Beijing:

Sheng

Sheng adalah lakon laki-laki dewasa, lakon ini dibagi menjadi 3, diantaranya

  • Lao Sheng (jago bernyanyi dan bela diri)
  • Wu Sheng (ahli perang dan persenjataan)
  • Xiao Sheng (bangsawan tampan)

Dan

Dan adalah lakon wanita dewasa, dibagi 4, diantaranya:

  • Qingyi (wanita muda dan bangsawan)
  • Huadan (wanita muda cantik, warga biasa)
  • Wudan (wanita pandai bertarung)
  • Laodan (wanita berusia tua)

Jing

Jing adalah lakon laki-laki yang harus dilukis wajahnya. Lakon ini dibagi 3 karakter, diantaranya:

  • Zheng Jing (memiliki jabatan penting)
  • Fu Jing (berwatak buruk)
  • Wu Jing (ahli bela diri)

Chou

Chou adalah lakon seorang badut, memilikisifat:

  • jenaka
  • licik
  • jahat, dan
  • berlagak bodoh.

Pembagian karakter Chou dibagi menjadi

  • Wen Chou (berada di lingkungan masyarakat,seperti pedagang, petani, dll)
  • Wu Chou (berada di ketentaraan atau keprajuritan kecil)

Sebutkan 5 macam teater tradisional nusantara

Nerikut ini 5 jenis tater tradisional nusantara dan daerah asalnya, aku yakin salah satunya kamu sudah tahu. Pementasannya di ruang terbuka, ruangan tertutup, bahkan di lingkungan kerakton.

Teater Ketoprak

Ketoprak berasal dari darah Yogyakarta, dulu dikenal dengan nama (ketoprak  ongkek) atau juga (ketoprak barangan).

Alat musik pengiring ketoprak:

  • kenong
  • gendang
  • terbang, dan
  • seruling.

Teater Ludruk

Ludruk berasal dari Jawa Timur, keunikannya adalah semua pemainnya laki-laki, sampai-sampai peran wanita dilakokan oleh laki-laki.

Teater Randai

Randai berasal dari Sumatra Barat, dialog pada pertunjukan ini menggunakan dendang atau gurindam, dimana para penontonya melingkari pemain,

Alat musik pengiring randai adalah:

  • puput batang padi
  • talempong
  • gendang, dan
  • rebana

Lenong

Lenong berasal dari Betawi (DKI Jakarta), alat pengirinya adalah gambang kromong. Dialek Betawi digunakan sebagai dialog yang diselingi dengan candaan (lawakan). yang paling keren lagiada adegan pencak silatnya.

Topeng Banjet

Topeng banjet berasal dari Karawang, acaranya diIringan gamelan serta tarian topeng banjet,

Alat musik pengiring topeng banjet adalah

  • rebab leher panjang (tehian)
  • kecrek
  • kendang
  • keromong, dan
  • gong.

Terima kasih sudah membaca 3 jenis teater tradisional Asia dan penjelasan isi pada cerita, semoga bermanfaat.

Ditulis oleh Azzahra

Tetap bermanfaat walau hanya dengan untaian kata...

Content Author

Yuk tulis komentar kamu

Alamat email kamu tidak akan dipublikasikan. Yang memiliki tanda (*) harus diisi