in

KagetKaget SenangSenang

Seindah Dunia Cherry

Seindah dunia cherry
Seindah dunia cherry

Cheryl Calista namaku, tetapi aku sering dipanggil Chery. Ada yang tahu kenapa aku dipanggil dengan nama itu? Simpel saja, kan diambil dari kata Cheryl hehe ­čśÇ . Aku selalu bermimpi bisa pergi ke paris, ya PARIS!!! kata itu sangat istimewa bagiku, pasti sangat menyenangkan jika aku bisa pergi ke sana. Aku mempunyai┬ápengalaman kesana bersama teman-temanku. Handini, Zianty, Salwa, Galang, Pangeran, Deris dan Fino. Ingin tahu rasanya di Paris? Dibaca dan dibayangkan ya!!
****
Pagi itu, aku berjalan-jalan didekat taman sekolah, biasanya ditemani Zianty.

“Aduuhh Zianty ┬áko lama sekali ya??” Kesalku. Aku menunggu selama 1 jam. Karena sekolah libur aku berencana membeli kupon acak nomor di indomart berhadiah tiket pulang pergi ke Paris. Setelah lama menunggu akhirnya Zianty datang dan kita ke indomart untuk membeli kupon acak di indomart dan membeli 6 tiket.

“Hey Chery! Aku dapatkan tiket dari kupon acak nomor!!” teriak Zianty. Aku berteriak kegirangan dan memberitahu kepada Handini dan yang lainnya lewat Pin BB. Mereka datang dan langsung mengambil satu tiket per orang.

“Zianty? Ini kupon dari siapa?” tanya Salwa.

“Ini kuponku. Sengaja aku beli agar bisa mendapat tiket ke Paris!!” seruku.

“Wah asiik, kamu sudah beritahu yang lain?” tanya Salwa dengan senyum sumringah.

“Sudah Sal, aku sudah BBM ke mereka” sahutku.
Keesokan harinya, saat barang-barangku dan uangku sudah disiapkan, aku menelepon Galang.

“Galang!! Kita berangkat keburu pesawatnya berangkat duluan!” teriakku ditelepon.

“Iya Chery, aku sudah dijalan diantar Papa dan Mamaku” jawab Galang.

Dengan bergegas ke Bandara, ibuku yang senang melihatku pergi ke Paris dan menitip oleh-oleh dari sana. Aku dan yang lain sudah janjian di bandara sebelum pukul 10.00.
Sesampainya di bandara, aku melihat Handini, Salwa, Galang, Pangeran, Zianty, Deris, dan Fino berdatangan dan kamipun berkumpul.

“Ayo kita cek-in pesawat sebelum terlambat” ucapku. Kami memberikan tiket untuk mendapatkan seat kursi.
Setelah kami sudah dapat barding pass kamipun menuju Imigrasi untuk keberangkatan ke Luar Negeri.

“Hey kalian di kursi berapa?? tanyaku.

“Aku di F3” ucap Zianty.

“Aku dan Salwa di G1 dan G2” ucap Handini.

“Aku di H1, Deris H2” ucap Galang.

“Kamu Fin sebelahan dengan Pangeran?? tanyaku lagi.

“Iya Aku dan Pangeran bersebelahan” jawab Fino”.

Kami pun duduk dan melihat ke jendela melihat langit yang begitu cerah menyambut kedatangan kami.
Kasihan Zianty, dia muntah saat sudah ada ditengah jalan.

“Zianty, kamu mau ambil kantung muntah? Ada diatas, silahkan ambil.”ucapku. Zianty muntah dengan lamanya. Akhirnya Zianty tertidur pulas sesudah muntah.
Setelah beberapa Jam perjalanan akhirnya kami sampai di Bandara Charles de Gaulle dan melihat indahnya negeri ini.

“Hey, bagaimana kita ke gedung hotel itu! Pasti seru..” ucapku.

“Tapi, bagaimana caranya? Kita tidak punya uang yang pas..” bingung Salwa.

“Tenang saja, kita disini kan dibayar oleh indo travel..”ucapku.
Kami pergi kesana dengan gembiranya.

Excuse me, We came from Indonesian, we got permission from indo travel in order to stay at this hotel” ucapku. Sang penjaga hotel mengizinkan kami tidur di hotel kamar nomor 12 (Perempuan) dan nomor 11 (Laki laki).

Thank you for permission.” ucap Handini.
Kami diam dikamar masing-masing untuk istirahat sejenak. Sampai pukul 8 malam, kami melihat ke jendela dan melihat indahnya paris.

“Oh My God, terima kasih telah membawaku ke paris” Pikirku. Dengan rasa syukur teman-teman tertidur pulas.
Keesokan harinya, pukul 04 pagi. Aku terbangun. Aku diam-diam pergi dari hotel karena ingin jalan-jalan di bawah puncak Eiffel. Aku duduk diatas eiffel sambil memotret diri. Setelah puas aku balik ke hotel dan teman-temanku terbangun.

Jawab Quiz: Suku Asmat dari daerah mana?

“Yuk kita ke menara Eiffel, cerah sekali hari ini aku jadi bersemangat” ucapku dengan semangat.

“OK” jawab teman-temanku dan langsung rapi-rapi.

Setelah rapi dan keliling ke Menara Eiffel kamipun berfoto dan menikmati pemandangan disini.

“Aku akan rindu sekali disini.”ucapku sedih. Tiba-tiba ada seorang anak muda menghampiriku.

“Hello. Are you come from indonesian? Aku Radja Pandora.” ucap Radja.

“Namaku Cheryl Calista. Kau boleh memanggilku Chery.” sapaku. Radja mengajakku ke Kebun Cherry.

Aku melihat kebun cherry sangat bervariasi bentuk, mulai dari ikan, tumbuhan sampai gedung Eiffel.

“Ini adalah kebun milikku. Kamu ingin Cherry?” tanya Radja. Dia membawa semangkuk cherry yang sangat segar.

“Terima kasih Radja!!” seruku. Aku memakan buah Cherry. Radja tersenyum padaku.

“Ada apa? Ada yang salah denganku?” tanyaku.

“Hidup ini sangat indah. Seindah Dunia Cherry” ucap Radja. Aku berpikiran seperti itu saat Radja mengucapkan Seindah Dunia Cherry.

“Memangnya, duniamu penuh dengan cherry?” tanyaku. Radja tersenyum.

“Yap, tanda persahabatanlah yang membuat dunia ini seperti taman cherry.” ucap Radja.

Aku berpikir lebih jauh. Tiba-tiba… “Chery!!” teriak teman-temanku. Aku kaget dan menengok ke gerbang kebunnya Radja.

“Chery sebentar lagi kita pulang!! Ayo tunggu apalagi?” seru Handini. Aku berpamitan dengan Radja.

“Radja, ini kalau bisa pertemanan FB-ku dikonfirmasi, makasih jalan-jalan keliling kebunmu.” ucapku sedih.

“Hey tunggu! Ini oleh-oleh untukmu..” teriak Radja menghentikan langkahku.
Sampainya di bandara, aku langsung pulang kerumah.

Baca juga: Cara membuat Squishy dengan mudah

“Ibu aku pulang!!” ucapku.

“Eh, Chery, kamu sudah pulang. Mana oleh-olehnya?” tanya ibu. Aku menunjukkan sebuah kotak terbuat dari kaca dan menunjukkannya kepada Ibu.

“Ini bu, ada 5 kantung buah cherry, yang satu kantungnya isinya 20, ada pajangan menara Eiffel, Jam Dinding Paris, Gelang Paris Love Story, dan sebuah Album yang ukirannya eiffel bertuliskan “Wonderfully World Of Cherries”.”Ucapku.

Aku menyimpan Album itu dikamarku dan tersenyum menulis postingan tentang diriku saat Di Paris dan meng-upload diriku saat di menara eiffel dan diperkebunan Radja.

Yuk tulis komentar kamu