in

Seorang Penyendiri

Seorang Penyendiri. Adinda adalah gadis pendiam. Setiap hari ia menghabiskan waktunya di dekat kebun neneknya. Dia selalu membuat neneknya bangga, karena ia berprestasi.

Kunang-kunang pembawa kebahagiaan

Pagi itu Adinda sedang membereskan halaman rumahnya. Tiba tiba…

Gubrak!

Adinda bertanya tanya siapakah yang jatuh. Ternyata yang jatuh adalah adiknya Reisa. Reisa tak sengaja menginginkan buku Oppa Gangnam Style dan Oh My!.

“Kakak! Tolong Ambilkan Buku itu,” pinta Reisa.

“Baiklah, lain kali jangan diulang lagi oke?” Ucap Adinda.

Tuk tuk tuk!

“Dek, kakak mau buka pintu dulu yah, ada yang ketuk pintu” ucap Adinda.

Ternyata itu adalah ibunya Adinda yang bernama Andin. Ibunya selalu sibuk dan sampai harus menitipkan Reisa dan Dinda di rumah nenek setiap Liburan. Ayahnya Adinda pergi ke luar kota untuk mengambil Berkas berkas kerjanya.

“Dinda, sini peluk mamah!” rindu Ibunya.

“Bunda!” Teriak Reisa. Langsung memeluk Ibunya.

“Reisa, kalian gak nakal kan?” tanya bunda mereka, “Nek, Makasih sudah mau menjaga mereka berdua”, Ucap Ibunya.

“Iya sama-sama, mereka sangat membantuku menanam dan memasak” Ucap Nenek.

Mereka berkumpul dan berbincang bincang hingga larut malam.

“Ibu, mau gak ke kebun nenek malam ini? Aku ingin melihat kunang-kunang yang indah,” pinta Adinda.

“Boleh, kamu sering sendirian?” Tanya Ibunya.

“Iya bu, aku selalu sendirian, aku habiskan waktu luang setelah membantu nenek di sana, melihat pemandangan indah, karena di sini tidak ada orang yang mau main denganku” Jawab Adinda.

“Begitukah? Baiklah ibu ingin sekali melihat kunang-kunang, karena di kota tidak pernah ada kunang kunang,” ucap Ibunya.

Mereka keluar dan pergi ke kebun nenek, bersama Reisa yang penasaran seperti apa itu kunang-kunang. Dengan membawa Lilin yang tahan lama, mereka berhasil sampai di puncak gunung tempat nenek berkebun.

“Apa itu kunang-kunang bu?” tanya Reisa.

“Iya, kunang-kunangnya indah ya,” jawab Ibunya.

“Benar, setiap malam aku selalu di sini sendiri, kedinginan, walau hasilnya aku harus cepat-cepat pulang,” ucap Adinda.

Adinda sekarang senang dengan datangnya ibu di desa. Dia tidak kesepian lagi dan tidak menyendiri lagi.

Tamat.

Ayo Vote! Biar makin trending.

100 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Ditulis oleh Siska Fitriani

Assalamualaikum~
Salam kenal teman-teman Penulis Cilik!
Perkenalkan,namaku Siska Fitriani,aku lahir di Bandung,6 Januari 2003.Aku sekarang bersekolah di SMPN 1 Solokanjeruk.Hobiku adalah Menulis Cerita,Membaca Cerita,Menggambar juga Bermain Game.Aku bercita-cita sebagai Guru,Ustazah juga Penulis.Semoga terwujud,Amiin~
Jika ingin berkenalan denganku,atau Chat bersamaku,silahkan :
Facebook : https://www.facebook.com/siskarmfitri
Ask.fm : Fitry5432
Email : sfitriani520@gmail.com
Wattpad : @IchikaHan

Salam Kenal Teman-teman!Terima kasih sudah membaca Ceritaku !
TERUS BERKARYA !

Salam Literasi ,

Years Of Membership

Yuk tulis komentar kamu

Alamat email kamu tidak akan dipublikasikan. Yang memiliki tanda (*) harus diisi

Hindari Narkoba

Cerpen Anak, Pasien Rajin

Pasien Rajin