in

Siapa Takut Mencari Jejak Saat Pramuka?

Siapa Takut Mencari Jejak Saat Pramuka?
Siapa Takut Mencari Jejak Saat Pramuka?

Siapa Takut Mencari Jejak Saat Pramuka? Assalamualaikum, ketemu lagi, hehe. Apa kabs semua? Semoga baik ya, Aamiin. Siapa yang ikut pramuka? Pasti semua ikut Pramuka. Aku ikut Pramuka sejak kelas 3. Awalnya bagi aku Pramuka itu malesin, soalnya itu-itu aja kegiatannya. Tapi itu dulu, saat statusku masih Siaga. Sekarang aku sudah Penggalang. Saat jadi Penggalang mulai ada kegiatan yang menurutku lebih seru. Misalnya belajar Semaphore, mencari jejak, dan permainan seru. Kelompok Krisan, itu nama kelompok aku. Diberi nama kelompok Krisan karena jarang yang pakai, bunganya cantik, dan bahkan ada guru yang tak tahu bunga Krisan. Paling seru adalah saat mencari jejak.

Baca juga : Cara membuat simpul tali temali pramuka

Inilah cerita mencari jejak kelompok Krisan.

Jadi selesai Sholat Dzuhur aku makan siang di Sekolah. Setelah itu istirahat sebentar, tiba-tiba guru Pramuka datang. Dia memberitahu kalau semua disuruh ke lapangan. Itu diberitahu ke anak-anak yang istirahat diluar kelas. Yang diluar kelas dari kelas A, B, C, dan D langsung memeberi tahu. Aku dari kelas B. Nah, saat itu juga semua keluar kelas dan langsung kelapangan.

Dilapangan semua sudah berkumpul. Lalu guru Pramuka masing-masing kelas datang dan memberitahu akan ada 5 pos yang menggunakan nama-nama Sholat, yaitu Pos Shubuh dilapangan tadi, Dzuhur, Ashar, Maghrib dan Isya. Yang rapi langsung ditunjuk untuk berangkat. Saat kelompokku berangkat, ketua diberi kertas yang harus diisi disetiap pos untuk diberi nilai dari tugas yang diberikan pembimbing. Dan dilapangan tadi sudah dinilai. Lalu diberitahu pos Dzuhur ada di dekat bunderan, disebelah Indomart. Saat di pos Dzuhur tugasnya adalah menulis cerita Rasulullah saat Isra’ Mi’raj semampunya, waktunya hanya 10 menit. Setelah itu setor dan sudah dinilai.

Baca juga: Persami Yang Bikin Semua Happy

Lanjut ke pos Ashar, diberitahu dekat portal sebelah rumah sakit, dan kami menunggu giliran dibawah pohon. Sebelumnya diberi lembaran berisi surat Al-Falaq ayat 1 – 2 atau 3 beserta artinya dan di pos Dzuhur setelah setor harus dihafalkan dulu. Dan cuma harus dilancarkan kata pembimbing. Lanjut ke pos Maghrib yang jauh. Tapi tak apa, aku jadi tahu jalan juga. Nah pembimbing pos Maghrib adalah walasku.

Di pos Maghrib tugasnya adalah menyusun surat Al-Alaq. Untung surat Al-Alaq adalah surat yang sudah diajarkan dari kelas 2, jadi kami hafal. Saat perjalanan aku kebanyakan minum, jadi kebelet. Jadi aku bertanya sama walas dimana kamar mandi, nah temanku juga ada yang kebelet tapi kelompok lain, nanti BAK nya gantian. Kata walas ada di belakang Masjid, kami kesana langsung.

Saat kebelakang Masjid, tak ada apa-apa, hanya ada tempat Wudhu, aku bilang ketemanku balik lagi aja, siapatau di pos Isya ada toilet lagi. Apalagi di belakang Masjid ada bagian yang masih dibangun tapi tampaknya tak jadi dibangun. Temanku bilang itu ada belokan di sana, ayo belok! Aku pasrah saja, dan teman sekelompok dan tak sekelompok tapi sekelas lainnya datang. Lalu dari jauh hanya ada tempat Wudhu, kami semua takut karena di sana sunyi dan sepi. Dan pelan-pelan kami maju lalu belok kanan dan kaget sekali kami melihat kamar mandinya!!! Penuh coretan di tembok dan di sampingnya… keranda mayat! Kami langsung gambreng untuk menentukan siapa yang masuk kamar mandi duluan, aku dapat paling akhir, lalu aku langsung kabur maninggalkan temanku yang paling pertama menemani aku. Dia berani. Setelah balik ketempat kerja kelompok, mau selesai, aku langsung membantu dan urutannya benar.

Baca: Cerita Pendek Tentang Pahlawan – Kapitan Pattimura

Lanjut ke pos Isya. Jauh sekali pos Isya. Apalagi kami jalan di bawah hujan. Dan kata walasku lurus saja terus belok kiri, nanti ada panahnya. Saat kami berjalan lurus terus kenapa jauh sekali, kami berdebat, ada yang bilang balik aja lagi ada yang bilang ikutin aja, aku ikutin jalan lagi aja. Saat itu ada kebun milik orang di pertigaan, nah kata temanku ada panah, tapi aku tak melihat, lama-lama aku lihat, baik, kita belok kiri!!!

Setiap akan ke pos, ketua akan mengecek kertas untuk nilai itu. Untuk melihat nilainya saja dan untuk memastikan kertas ini tak hilang. Saat dilihat di tengah perjalanan setelah berdebat tentang jalan lurus, kanapa pos Isya sudah dinilai? Yang belum pos Dzuhur. Berdebat lagilah kami sebelum belok kiri, ada yang bilang balik lagi ke pos Dzuhur ada yang bilang ikutin aja! Ketua langsung bilang, wah, kita kena jebakan Batman! Semua setuju kalau memang diberi jebakan, karena untuk menguji kerjasama.

Siapa Takut Mencari Jejak Saat Pramuka?
Siapa Takut Mencari Jejak Saat Pramuka?

Di pos Isya, pembimbingnya adalah guru Karate aku. Saat mengantri untuk gantian kami membicarakan saat tadi terus, lalu dibelakang sudah ada kelompok lain tapi sekelas. Dan saat itu langsung maju berdua, Diberi tugasnya adalah menyebutkan 3 hari besar Islam, 3 Sholat Sunnah, dan niat Sholat Dzuhur atau Maghrib saat itu. Tak boleh sama, waw! Saat diskusi kami ketinggalan dan kelompok belakang sudah maju duluan, kami langsung bingung karena banyak yang sama. Kami berdiskusi lagi dan akhirnya menemukan yang jawabannya beda. Langsung dinilai dan tak boleh balik ke Sekolah dulu. Dari pos Isya kami sudah tahu jalan ke Sekolah, tinggal ikuti jalan, lewat belakang sekolah, lalu kesamping sekolah dan sampai, tapi tak boleh saat itu, karena hujan makin deras.

Kami menumpang di bagasi mobil orang yang berada di luar rumah. Lalu kami disuruh menyanyikan yel-yel masing-masing kelompok. Setelah itu, sebagai anak yang paling suka nyiptain hal seru, baru, dan aneh menurut teman-teman, aku melakukan senam kaki. Aku menggoyangkan satu-satu kaki sambil berdiri lalu saat satu-satu kaki digoyangkan aku bilang satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan.

Teman sebelah bilang aku aneh. Lama-lama teman paling dekat di kelompok mengikuti, lama-lama teman sebelah mengikuti juga, dan kelompok sebelah tapi sekelas mengikuti juga. Suara hujan semakin kecil jika semakin kami menggoyangkan kaki. Lalu lama-lama yang suara hujannya pelan, hujan jadi berhenti sedikit-sedikit. Awalnya aku mengobrol sama teman paling dekat di kelompok tentang panjang atau sebentarnya hujan. Aku bilang kata papaku, kalau ayam keluar hujannya lama, kalau ayam berteduh hujannya sebentar, dan itu selalu benar. Lalu temanku melihat sekeliling untuk mencari ayam, padahal tak ada yang punya ayam di sana. Lalu baru mulailah keisenganku tadi.

Baca: Istimewanya Keluargaku ! – Part 3

Hujan mulai mereda dan kami langsung membujuk guru Karateku untuk kami kembali ke Sekolah. Padahal kami tahu nanti ada guru yang keliling saat hujan. Awalnya pembimbing pos Isya alias guru Karate aku gak mau, tunggu saja. Keisenagnku mulai lagi dan lumayan akan reda hujannya, minta izin lagi untuk ke Sekolah, akhirnya boleh.

Kami lari secepat mungkin tapi tetap mengatur barisan, lalu dengan hati-hati melewati belakang sekolah dan samping sekolah yang banyak sampah dan sudah jadi tanah merah, karena banyak becekan disitu. Sebenarnya aku dan temanku dari kelompok sebelah merinding. Karena dulu saat kelas 2, saat pelajaran Olahraga lewat kesitu, lalu kumpulanku sampai duluan d isekolah. Kumpulan lain saat sampai sekolah cerita di sana ada boneka yang bicara. Kelas lain ternyata juga mengalaminya. Lalu saat istirahat pertama pada berkumpul ditempat sampah di lapangan. Kata temanku bonekanya ada di situ. Aku tak ikut karena tahu ada hal itu. Lalu saat lapangan sepi, lalu istirahat ke 2, bonekanya tiba-tiba di atas pohon kelapa, padahal satpam lagi depan gerbang. Aku melihatnya. Lalu satpam membuang boneka itu entah kemana.

Itu sebabnya ngeri lewat situ. Di Sekolah ternyata banjir. Langsung deh, ke lantai 3, untuk kekelas 5, rapi-rapi dan menunggu dijemput mamaku.

-TAMAT-

Hehe, terimakasih sudah membaca Siapa Takut Mencari Jejak Saat Pramuka?, smoga bisa menambah keberanian. Awalnya saja aku deg-degan… hehe

Wassalamualaikum.

Yuk tulis komentar kamu