in

Siapa Yang Melakukannya?

Assalamualaikum…
Kalian ingat gak, sama Sona, Reno, Ifa, dan Harid yang waktu itu kemah? Nah ada cerita misteri baru lagi nih dari dia!

Saat itu aku, yang keren, sedang ke Rumah Ifa, aku kesana untuk mengobrol soal kejadian waktu itu, bikin ketawa. Mumpung halaman rumah dia luas, banyak tanaman, bunga dan serba enak, aku sempat-sempatkan tarik nafas panjang dan tidur di atas rumput. Ifa juga ikut tiduran.

Tiba-tiba Harid datang sambil bawa makanan, aku langsung ambil makanannya lalu makan sambil duduk. “Beuh, dasar usil !” ucap Harid. “Ikhlasin aja…” Kataku sambil makan. Tiba-tiba aku kebelet, dan langsung pamit dulu ke Rumahku, takut dianggap gak sopan di Rumah orang. Setelah itu, aku kembali kerumah Ifa lagi. “Lega?” Tanya Ifa. “Iya… hehehe…” Jawabku. Setelah agak lama, Reno datang. “Welcome to my house Reno…” Sambut Ifa Reno hanya tersenyum. “Kamu kenapa, No?” Tanya Ifa. “Gak apa-apa… Tapi tadi aku lewat belakang rumah kamu ada bau yang… ah gitulah!” Jawab Reno. Semua diam karena ada sesuatu, hmm… ada bau yang sangat busuk. Ifa langsung nuduh aku, “kamu, ya? Kan tadi kamu Buang Air, siapatau disini kamu buang gas lagi… Tadi kamu juga lewat belakang rumah aku, kan?” Tuduh Ifa. “Nggak! Masa baunya sampai sini? Kalaupun aku buang gas, tak mungkin baunya sampai sini…” Tegasku. “Gitu ya…” Ucap Harid.

Lalu aku masih mencium baunya, mengesalkan sekali. Aku langsung berdiri dan kebelakang rumah Ifa, Ifa mengikutiku bersama yang lain. Setelah itu, aku lihat semuanya dengan teliti, dan aku menemukan sesuatu! Yah, aku baru tau kalau dibelakang rumah Ifalah tempat spitenk. Tiba-tiba ada teriakan dari dalam rumah Ifa, “ayah, Ifa, sini deh!” Ifa otomatis lari kedalam rumahnya. Aku menunggu di halaman rumahnya saja, daripada nyium bau itu week!

Ifa datang ke halaman. Harid langsung bertanya ada apa? Ternyata spitenknya macet, hihi… Walau akhirnya berhasil dibersihkan. “…kata ayah aku nanti mau disedot…” Jelas Ifa. Aku tertawa mendengarnya. Sebagai Cewek berkerudung, bertopi dan berjaket, aku sepertinya kelihatan cocok jadi detektif. Benar dugaanku, dari spitenk! Haha…

Setelah disedot, bau menghilang perlahan, perlahan, dan akhirnya tak ada bau. Lega hidungku. “Kamu katanya punya anak kucing ya!? Ada berapa?” Tanya Reno. “Ada 5, namanya Pupus, Bulbul, Ipus, Meng, sama Mumut. Mau liat? ayo! Sekalian mau jemur anak kucingnya. Jadi jangan pegang-pegang.” Jelas Ifa sambil masuk rumah. Ternyata anak kucingnya lucu-lucu. Apalagi yang namanya Mumut, memang imut… Aku juga punya anak kucing yang ditinggal induknya, namanya Mpus…”Jalan-jalan yuk! Kemana.. gitu. Ke taman yang ada anggreknya aja deh…” Usulku. “Ayo…” Ucap semua hampir serempak.

Saat duduk-duduk dirumput, kami menikmati penampakan bunga Anggrek yang bermacam-macam. Tapi yang bikin Ifa deg-degan itu belalang anggrek, takut saat dia memegang anggreknya tiba-tiba belalang ada ditangannya. Sebagai cewek yang berkerudung, bertopi dan berjaket lagi aku gak takut… Tapi di sana aman, pokoknya hama dilarang masuk di sana, hehe…

“Kamu semua, apa kata aku benar, kan… hutan yang waktu itu nggak seram. Malah seru, karena di sana gak lapar karena banyak tukangnya…” Kataku. “Itu sih, soalnya kamu sok pemberani” Ucap Harid. Setelah agak lama, aku cium bau yang khas dirumahku. Ayahku kalau sambil baca koran suka minum kopi, ini bau kopi! “Semua, bau kopi niih!” Seruku ” Iya… kayanya emang bau kopi…” Ikut Harid.

“Berarti, saatnya detektif meyelidiki ini! Ayo, kita keliling taman apakah ada yang piknik lalu minum kopi…” Seru Reno. Setelah dicari, memang ada yang meminum kopi, tapi baunya beda, kayaknya kopi beda jenis. Kami terus mecari sumber kopi itu, sampai manapun tak ada.

“Jangan-jangan hantu luwak! Yang itu lho…” Kata Ifa sambil kebelakang aku. “Yee… Ini masih siang, lagian memang ada hantu luwak?…” Tegas Reno berani. “… Yaudah, kita ikuti baunya sampai tempat yang kita tahu arahnya, biar gak nyasar” Lanjut Reno. Kami ikuti sampai keluar taman. dan ternyata tak ada yang minum kopi. Wah… aneh. Kamipun pulang kerumah masing-masing. Saat itu ayah lagi minum kopi sambil menonton bola di tv. Ayah duduk dilantai. Aku membua jaket dan kerudung dikamar lalu aku kekamar mandi. Jaraknya 12 langkah dari kopi ayah, kalau kamarku persis dibelakang kopi. Disitulah Mpus tinggal.

Saat ingin bergabung untuk menonton bola, kopi ayah habis, ayah memang cepat dalam minum kopi. “Tumben secepat ini minum kopi, memang tadi gol?” Tanya sekaligus pujianku pada ayah. “Masa? persaan tadi baru setengah cangkir?” Jawab ayah. “Masa sih? Lama banget minum kopinya?…” Tanyaku pada ayah tak percaya. “Hehe… ayah lagi hemat minum kopi, kopinya mau habis, jadi minum kopinya pelan-pelan… hehe…” Jawab ayah. Besoknya aku mau ke warung fried chiken, agak jauh dan itu dekat kali. Aku lihat kalinya berubah warna, nah di situ ada bau kopi yang baunya agak samar-samar…

“Pak, kalinya kok bau kopi?” Tanyaku pada penjual fried chiken. “Iya… semalam ada orang iseng buang limbah kopi ke kali… emang orang itu gak peduli lingkungan…” Jawab penjual. “Oalah… gitu toh, yaudah makasih ya pak, balik dulu… Assalamualaikum!…” Pamitku. “Waalaikummussalam dek!”

TAMAT

Jadi, buat kamu yang percaya sama mitos, jangan percaya lagi ya! Percayakan pada fakta! Sekian cerita dari Sona hari ini!
Wassalamualaikum…

Ayo Vote! Biar makin trending.

100 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Ditulis oleh Nadya A.S

Cita-citaku adalah menjadi animator, komikus, haji sekeluarga dan pengusaha sukses. Menulis, menggambar, menonton anime, membaca manga, mendengarkan lagu adalah hobiku. Aku ekskul Jurnalis di Sekolah.

Years Of Membership

Yuk tulis komentar kamu

Alamat email kamu tidak akan dipublikasikan. Yang memiliki tanda (*) harus diisi

Lika-liku Perjalanan ke Ragunan

Lika-Liku Perjalanan ke Ragunan – Part 3

Mengungkap Misteri Ayam atau Telur Mana Yang Duluan

Mengungkap Misteri Ayam atau Telur Mana Yang Duluan?