in ,

SenangSenang

Tuliskan 3 hikmah dari kisah Tamu mulia Imam Ahmad!

Tuliskan 3 hikmah dari kisah Tamu mulia Imam Ahmad!
Tuliskan 3 hikmah dari kisah Tamu mulia Imam Ahmad!

Tuliskan 3 hikmah dari kisah Tamu mulia Imam Ahmad! Hai.. kembali lagi di Penulis Cilik.. pada kesempatan kali ini, aku akan kembali membahas tugas sekolahku.

Ini tugas dari pelajaran Literasi Islam kelas 6, Madrasah Ibtidaiyah atau kelas 6 Sekolah Dasar. Naah.. soalnya sudah aku jelaskan pada judul di atas. Soalnya nyaris mirip dengan yang kemarin ya.. yaitu menuliskan 3 Hikmah atau Faedah dari suatu kisah.

Baca pembahasan sebelumnya: Tuliskan 3 Hikmah dari Kisah Ibnu Hajar. Maka pada artikel kali ini, akan aku ulas juga kisah tamu mulia bagi Imam Ahmad yang sudah di ringkas sedikit. Kisahnya seperti ini…

Kisah tamu mulia bagi Imam Ahmad

Pada suatu malam, Imam Syafi’i diundang Imam Ahmad sebagai tamu. Kemudian, dihidangkanlah jamuan makan malam kepada Imam Syafi’i. Imam Syafi’i pun memakan jamuan itu. Setelah itu, kedua Imam itu pun berpisah untuk tidur.

Namun, malam itu Imam Syafi’i Imam Syafi’i tidaklah tidur. Sepanjang malam, Imam Syafi’i terus merenungi sebuah hadits. Sampai beliau mengambil dari hadits itu lebih dari seribu faedah. Ketika adzan shubuh terdengar, beliau bangkit. Dan melaksanakan Shalat Shubuh dengan tidak berwudhu lagi.

Suatu ketika, Imam Ahmad memuji Imam Syafi’i di hadapan keluarganya. Namun, keluarganya berkata ” Wahai Abu Abdillah (Sebutan untuk Imam Ahmad). Bagaimana engkau memuji orang itu sedangkan ia makan, ia minum, ia tidur, ia tidak melaksanakan Qiyamul Lail (Shalat malam), dan Shalat Shubuh dengan tidak berwudhu? “

Kemudian Imam Ahmad bertanya kepada Imam Syafi’i tentang itu. Imam Syafi’i pun menjawab “Adapun perbuatanku makan hingga menghabisi yang di wadah adalah karena aku tidak mendapati makanan yang lebih baik, atau halal dan jauh dari Syubhat (kerancuan) dibandingkan makanannya Imam Ahmad. Aku ingin memenuhi perutku dengan makanan itu. Sedangkan perbuatanku tidak melakukan Qiyamul Lail karena Ilmu lebih Utama dari Qiyamul Lail. Dan aku sedang merenungi sebuah hadits malam itu. Dan perbuatanku tidak berwudhu lagi ketika Shalat Shubuh karena aku masih dalam wudhuku ketika Shalat Isya.” Dan Imam Syafi’i tidak mau merepotkan keluarga Imam Ahmad dengan menyediakan air wudhu baginya.

3 hikmah atau Faedah dari kisah

Naah dari kisah itu, kita harus menuliskan 3 Hikmah atau Faidahnya. Jawaban yang tepat menurutku adalah :

  1. Jangan menilai orang lain hanya dengan melihat perbuatannya saja. Padahal mungkin, maksudnya berbeda dengan apa yang kita lihat.
  2. Ilmu itu lebih utama dari segalanya. Karena, sebelum kita beribadah pun kita wajib mengetahui Ilmu nya terlebih dahulu.
  3. Jika kita tidur atau menginap di rumah orang lain. Maka , usahakan untuk memenuhi kebutuhan kita sendiri dan tidak merepotkan tuan rumah.

Baca:
Kisah Umar Bin Khattab
Kisah 25 Nabi
Kisah Nabi Isa As
Kisah Nabi Ismail As
Kisah Nabi Idris As

Inilah jawaban dari soal “Tuliskan 3 Hikmah atau Faedah dari Kisah Tamu mulia bagi Imam Ahmad!” bagaimana menurut kalian? Jika kalian memiliki jawaban lain, silahkan tulis di kolom komentar ya.. Terima Kasih sudah membaca.. semoga bermanfaat.

Kamu juga bisa mengirim tulisan seperti ini. Yuk, Buat Sekarang!

Yuk tulis komentar kamu